Rendezvous

Unforgettable Momment’s

The Lost Blog

aaah…setelah sempat menghilang hampir 4 tahun, ketemu juga blog ini.. susah paayaah nyarinya hehe… thx tu ella

Advertisements

March 16, 2011 Posted by | Uncategorized | 1 Comment

Term Limits

Tulisan ini tentang sebuah novel karya Vince Flynn yang baru saja saya baca judulnya seperti yang terulis di atas “Term Limits”. Saya membaca versi inggrisnya, secara keseluruhan saya menyukai buku yang terbit tahun 1999 dan merupakan “the new york times bestseller”.

Buku ini diawali dengan sebuah quatation Thomas Jefferson dari deklarasi kemerdekaan Amerika, yang bunyinya seperti dibawah ini:  …Goverments are institud among Men, deriving their just Powers from the Consent of the Governed, that whenever any Form of Goverment becomes destructive of these Ends, it is the Right of the People to alter or to abolish it. and to institute new Goverment… it is their Right, it is their Duty, to throw off such Goverment, and to provide new Guards for their future Security.

Sudah bisa dibayangkan, buku ini bercerita tentang politik dan pemerintahan di Amerika yang melibatkan Presiden, anggota senat, anggota kongres serta badan intelejen. Ceritanya dimulai dengan kisah pembunuhan 3 orang senator senior Amerika disaat yang hampir bersamaan. Kematian 3 orang senator senior ini membuat resah banyak orang termasuk sang Presiden. Kematian mereka terjadi di saat-saat terakhir pengajuan revisi budget oleh Presiden. Tentunya Presiden dan tim-nya kelabakan karena upaya mereka meloloskan budget tersebut ditingkat senat terancam gagal dan akan berpengaruh besar terhadap rencana kampanye ulang presiden ditahun berikutnya.

Buku ini menggambarkan bagaimana ambisi dan arogansi pribadi yang berkomplot membahayakan keamanan negara. Pembunuhan terhadapa senator tersebut dilakukan karena penilaian kinerja mereka yang buruk, yang hanya mengutamakan kesenangan pribadi, memperkaya diri dan melupakan tugas dan tanggung jawab mereka terhadap rakyat Amerika. Dengan alasan para senator tersebut membawa Amerika kepada kejatuhan, maka pembunuhan itu dilakukan sebagai warning kepada pemerintah dan senat untuk memperbaiki kinerja. Para pembunuh mengancam akan melakukan pembunuhan lagi dan bahkan Presiden menjadi sasaran berikutnya apabila tuntutan perubahan tidak segera dilakukan.

Konflik terbangun dengan baik dibuku setebal 612 halaman ini. Proses membuka identitas para pembunuh melibatkan semua badan intelijen, CIA, FBI, Secret Service dan NSA. Tentunya terjadi konflik kepentingan disini, ketika ego masing-masing lembaga mengemuka, diterangkan secara jelas oleh Vince Flynn. Ini bisa terjadi karena support informasi dari beberapa anggota FBI dan US Navy Seal ketika penulisan buku dilakukan.

Intinya adalah kegeraman ‘warga amerika’ melihat tindak tanduk pemerintahan yang tidak membawa mimpi Amerika. Pembunuhan senator dilakukan oleh mantan anggota Navy Seal yang bersekutu dengan salah seorang pengusaha yang nasionalis dan idealis. Dijelaskan dalam buku bahwa sudah sejatinya orang-orang SEAL dan Komando tidak menyukai politisian. Ada alasan yang menarik yang diungkapkan, yaitu mereka diutus untuk berperang di negara lain, diperintahkan membunuh orang penting negara lain dengan alasan membela kedaulatan Amerika akan tetapi politisi Amerika sendiri membawa Amerika pada kejatuhan. Itulah sebabnya mereka berani membunuh di negeri sendiri dengan alasan membela negara.

Sebagaimana khas novel, disinipun dibumbui romantisme antara tokoh utama, seorang anggota kongres yang masih muda, tampan, idealis, mantan anggota SEAL, dengan seorang wanita reporter. Novel ini berakhir manis, komplotan perusak negara yang didalangi oleh Direktur NSA dan Kepala Staff Gedung Putih kena ganjaran untuk perbuatan mereka berupa kematian dan pengasingan. Kasus pembunuhan senator-senator diawal cerita pun ditutup dengan tidak disebarluaskannya identitas pembunuh oleh CIA dan FBI. Sang pembunuh dianggap ‘pahlawan’ meskipun pada akhir cerita dia menyerahkan diri ke CIA demi membebaskan sang sahabat si anggota kongres muda itu dari keterlibatan cerita pembunuhan.

February 1, 2009 Posted by | Uncategorized | Leave a comment

Jalan-jalan ke Bintan Resort

Libur Imlek yang jatuh di hari Senin menambah panjang libur weekend adalah bonus libur yang ditunggu-tunggu hehehe. Libur kali ini saya memutuskan untuk ke Pulau Bintan. Perjalanan ke Bintan merupakan yang pertama kali bagi saya. Untungnya saya punya teman disana. Untuk menuju Bintan Resort kita harus masuk ke Batam dulu. Dari bandara internasional Hang Nadim Batam, saya naik taxi ke Port Punggur tempat penyeberangan feri ke Pulau Bintan. Perjalanan dengan taxi dari bandara ke port sekitar 30 menit. Cost untuk taxi sekitar Rp.60-70.000. Setibanya di Punggur, kita harus ambil tiket di loket, biasanya ada banyak juga calo-calo tiket yang akan menghadang kita di pintu masuk. Tiket ke P. bintan berbeda-beda harganya sesuai lokasi yang akan anda tuju dan jenis boat. Apabila anda tujuannya ke Bintan Resort, anda harus naik feri yang ke Tanjung Uban atau ke Bandar Bentan Telani. Bandar Bentan Telani Ferry Terminal merupakan terminal feri yang ada tepat di dalam kawasan resort, dan merupakan terminal internasional karena penumpang dari  Singapura ke Bintan Resort ataupun sebaliknya pasti melalui terminal ini. Terminal feri di Tanjung Uban adalah terminal lokal. Tanjung Uban adalah sebuah kecamatan yang ada di Bintan. Apabila musim ombak dan angin yang oleh orang-orang resort disebut ‘monsun’, dimana gelombang air laut cukup tinggi, penyeberangan feri dari Punggur ke Bandar Bentan Telani ditutup dan semua penumpang yang dari Batam ke Bintan Resort dialihkan penyeberangannya ke Tanjung Uban. Ketika saya kesana sedang musim badai. Ombak sedang tinggi, angin bertiup kencang. Kapal cepat yang saya tumpangi rasa-rasanya akan terbalik, mungkin karena saya sangat takut berada di lautan dan tidak punya kepandaian sama sekali dengan ilmu dan keterampilan berenang. Penyeberangan dari Punggur ke Tanjung Uban sekitar 30 menit dengan kapal cepat. Waktunya agak lebih panjang 10 menit dibandingkan menyeberang langsung ke Terminal Bandar Telani. Harga tiket menyeberang ke Tanjung Uban adalah Rp. 30,000 dan Pas Masuk Rp. 5,000. Tanjung Uban ke Bintan Resort menggunakan mobil ditempuh dengan waktu sekitar 1 jam. Sepertinya tidak ada ‘angkot’ menuju ke sana. Anda harus memesan mobil atau naik ojek ke sana. Saya sarankan apabila anda hendak berlibur ke Bintan Resort sebaiknya menggunakan jasa perjalanan yang disediakan oleh resort-resort yang ada disana agar memudahkan anda, ataupun anda bisa mencari kenalan orang yang bekerja di sana untuk membantu anda masuk ke resort. Saya beruntung karena mempunyai teman yang bekerja disana sehingga perjalanan dan liburannya bisa cukup nyaman.

Saya sangat terkesan dengan suasana di Bintan Resort. Indah, asri, alami, hijau, dan tenang. Pemandangan yang sangat indah dengan aroma segar pulau yang seakan-akan berada di ujung dunia, terasing tapi modern, cantik tapi bersahaja. Bintan Resort jelas mengusung konsep ‘natural’. Membiarkan kesan hutan tropis berpadu dengan pantai berpasir putih menjadi daya tarik utama kawasan ini. Terdapat sekitar 3 resort besar dengan sepuluh hotel di kawasan Bintan Resort. Resort yang lumayan besar diantaranya: Nirwana Gardens, Club Med, dan Banyan Tree. Di tempat inilah terdapat arena golf yang dimaklumatkan sebagai ‘one of the best in the world’. Tahun 2007 disebutkan merupakan arena golf kedua terbaik di dunia. Saya sempat mengunjungi dan mengelilingi arena golf ini, dan memang benar-benar indah. Konturnya mulai dari pantai hingga ke perbukitan. Tee off-nya didesain oleh beberapa pe-golf ternama seperti: Garry Player, Jack Nicklaus, Greg Norman dan Ian Baker-Finch. Perfect!

Di Bintan Resort ini ditawarkan berbagai sarana yang akan melengkapi sempurnanya liburan anda. Hotel dan penginapan tinggal dipilih sesuai selera dan budget anda. Bagi mereka yang menyukai penginapan murah dan bisa untuk ber-berapa orang sekaligus, misalanya membawa keluarga, tersedia ‘budgeted hotel’ berupa lodge bertingkat. Harganya jika dirupiahkan sekitar 300 ribu/lodge. Terdapat 2 kamar tidur, 1 dapur lengkap kulkas, dan kamar mandi modern. Sofa serta TV tersedia di ruang tamu. Lokasi ini agak jauh dari pantai tetapi dekat dengan “Pasar Oleh-Oleh”. Tersedia shuttle bus yang gratis di beberapa lokasi strategis seperti di: terminal, pasar oleh-oleh, puja sera, dan resort2. Shuttle bus in beputar setiap 1 jam sampai dengan tengah malam.  Pasar Oleh-Oleh adalah kawasan pusat belanja serta makan. Desain tempatnya sangat menarik dan artistik. Bagi anda yang ingin memanjakan diri denga spa aromateraphy dengan harga terjangkau, anda bisa mencoba di lokasi ini, yaitu Aroma Day Spa harganya bisa hanya sekitar 30 SGD. Jangan lupa untuk mencoba menu makanan di “Warung Bumbu” yang ada di Pasar Oleh-oleh. Rasanya tidak akan mengecewakan anda.  Iga goreng adalah favorit saya disitu.

Standard kebersihan di setiap tempat termasuk di restoran sangat terjamin. Rata-rata grade B. Standardnya menggunakan standard Singapura, maklum yang menjadi target penjualan wisata di bintan reseort ini adalah turis Singapura dan Malaysia. Kantor-kantor pemasaran kawasan inipun hampir semuanya berada di Singapura. Jarak Singapura ke Bintan Resort dengan ferry hanya 1 jam saja. Hampir semua transaksi yang ada di kawasan wisata ini menggunakan dollar singapura, meskipun kita bisa membayar dengan rupiah juga. Ketika saya berkunjung ke sana, hampir tidak ditemukan wisatawan asal Indonesia, kecuali karyawan-karyawan resort/hotel. Sedikit sekali orang Indonesia yang berlibur ke sana, mungkin karena lokasi yang jauh sehingga banyak yang lebih senang berkunjung ke Bali daripada ke Bintan. Menurut beberapa karyawan disana, beberapa menteri dan pengusaha terkenal asal Indonesia beberapa kali mereka lihat berkunjung ke sana.

Oh ya, apabila anda ke sana jangan menampik kesempatan untuk ikut serta dalam tour-tour yang ditawarkan. Saya sempat ikut 2 tour yaitu Mangrove tour dan fireflies tour. Keduanya mirip, lokasi tournya sama, juga sama-sama menggunakan perahu motor dalam tour. Hanya saja waktunya berbeda, kalau Mangrove tour waktunya siang, sedangkan fireflies tour dilakukan malam hari sekitar pukul 7.30 WIB. Lama tournya adalah satu setengah jam. Bahasa yang ditawarkan dalam tour adalah bahasa Inggris, Jepang dan Mandarin. Mungkin kalau banyak orang Indonesia atau melayu yang kesana maka akan ada pilihan bahasa Indonesia/melayu. LOL. Ikut serta dalam tour ini sangat berkesan, benar-benar pengalaman yang unik. Banyak turis yang menggemari tour ini, anda harus booking satu hari sebelumnya untuk ikut dalam tour dengan biaya sekitar 30 SGD/orang untuk sekali tour.

Apabila anda senang berkuda anda bisa mencoba di stable mini yang ada di Nirwana Gardens. Lokasi stabel cukup indah karena ada pemandangan pantai. Dekat stable ada archery bagi anda yang hobi memanah, serta lokasi atraksi gajah. Masih di Nirwana Gardens, anda bisa berenang di kolam renang yang mewah yang ada di dekat pantai. Sambil berenang anda bisa memuaskan mata memandang lautan yang diiringi suara deburan ombak. Banyak hal yang bisa anda lakukan disana, yang hobi trekking tersedia sarana trekking, all terrain vehicle, sepeda gunung, jet ski,  mau surfing juga ada. Sekedar bulan madu juga bisa. Hampir semua resort mempunyai wedding and honeymoon planner. Menarik.

Oh ya, apabila anda keluar dari kawasan wisata, anda bisa jalan-jalan ke Tanjung Pinang. Sekitar 1 jam waktu bermobil dari Bintan Resort ke Tanjung Pinang Disini anda bisa mencoba ragam makanan dengan harga lokal. Pecinan adalah tempat yang pas. Sayang pecinan lagi sepi berhubung imlek. Dari Pangkal Pinang hanya 5 menit menyeberang dengan perahu ke Pulau Penyengat yang terkenal dengan makam raja-raja Melayu. Disinilah asal muasal diciptakannya ‘Gurindam’ salah satu yang terkenal adalah Gurindam 12. Gurindam adalah seni tulis yang isinya nasihat-nasihat hidup. Dari Tanjung Pinang juga anda bisa ke Pulau Senggarang yang terkenal dengan kuil buddha yang berumur ratusan tahun.

Perjalanan saya ke Pulau Bintan berakhir di Tanjung Pinang, setealah sebelumnya menyempatkan diri melihat ke Pulau Penyengat. Sayang waktunya tidak mencukupi untuk ke Pulau Senggarang. Di Tanjung Pinang saya sempat makan di RM Padang bernama ‘Sederhana’ yang letaknya pas di depan laut. Tempat makannya lumayan bersih dan modern, berbeda dengan restoran padang pada umumnya yang masih bergaya klasik. Menu dan cara melayani masih khas rumah makan padang. Interiornya saja yang membedakan.

Dari Tanjung Pinang saya naik feri ke Batam. Saya sarankan untuk mengambil jenis feri yang besar, harganya tiketnya sekitar 45 ribu. Waktu itu saya naik feri yang bernama ‘Mutiara Mas’. Sangat nyaman. Kursinya bagus, ruangannya bersih, dan ada fasilitas dua TV layar datar ukuran besar yang menempel pada dinding depan. ruangannya pun ber-AC. Satu jam perjalanan dari Tanjung Pinang ke Batam tak terasa karena suasana nyaman yang membuat saya terlelap selama perjalanan pulang.

Have a nice trip at Bintan Resort..!

January 31, 2009 Posted by | Uncategorized | 21 Comments

Resiko Berinvestasi

Krisis keuangan global ternyata berimbas ke saya yang pada 3 tahun terakhir mencoba untuk berinvestasi lewat pasar modal. Saya bukan masuk dalam kategori kaum ‘the have’ yang menginvestasikan duit karena memang sudah lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari. Saya hanyalah orang biasa dengan penghasilan jauh dari cukup untuk hidup ala selebritis Indonesia, namun saya memiliki keinginan untuk belajar berinvestasi, mencoba menginvestasikan uang yang tidak seberapa ke program investasi yang ditawarkan oleh salah satu bank, yang menurut salesnya program yang ditawarkan tersebut dijamin sepenuhnya oleh perusahaan investasi besar yang ada di negeri Paman Sam, yang direkturnya adalah adik dari salah satu Presiden Amerika.

Saya pun tertarik dan pada akhirnya mengikuti program investasi yang ditawarkan tersebut. Setelah memutuskan untuk ikut, saya harus menentukan dimana sebaiknya dana yang saya investasikan untuk diletakkan. Ada beberapa pilihan, ada pilihan fixed income yang artinya dana saya akan bermain di instrument obligasi atau ‘equity’ untuk instrumen saham. Kalau saya orang yang higk risk taken maka saya cocok untuk berinvestasi di pasar saham, sedangkan apabila saya memilih untuk bermain aman maka sebaiknya berinvestasi di instrument obligasi. Begitulah kira-kira penjelasan dari sales-nya. Mau untung besar tapi juga beresiko besar maka pilihannya saham. Mau untungnya kecil dan lama maka pilihlah obligasi. Fluktuasi ‘equity’ lebih tinggi dibandingkan dengan ‘fixed’. Pada waktu itu saya tertarik dengan equity tapi terlalu takut jika gagal. Saya akhirnya memilih jalan tengah. Memilih kedua-duanya. Dana yang saya investasikan akan dibagi menjadi 50% fixed dan 50% Equity. Sudah sekitar 3 tahun saya dealing dengan program ini dengan masa kontrak 6 tahun. Mekanismenya adalah saya harus post sejumlah uang setiap tahunnya sesuai dengan jumlah yang disepakati bersama. Jumlah ini bisa dinaikkan oleh investor tergantung kesiapan dana yang dimiliki.

Awal October 2008, dunia dikejutkan dengan berita kebangkrutan perusahaan-perusahaan investasi besar kelas dunia. Perusahaan-perusahaan tersebut kebanyakan berasal dan berpusat di Amerika Serikat. Perusahaan sekelas Lehman and Brother pun tumbang. Imbasnya ke perusahaan investasi dan bank-bank yang menjual produk dari Lehman and Brothers, maupun lainnya. Kekacauan mulai terjadi, sampai pada suatu hari melalui media massa saya mendengar berita perusahaan tempat saya menginvestasikan uang saya, yang berada di Amerika juga turut terkena imbas dan bangkrut. Pada saat itu saya terkena sindrom panik. Sayapun menghubungi kantor perwakilan perusahaan tersebut untuk menanyakan isu kebangrutan tersebut. Saya sangat khawatir dengan uang yang telah saya investasikan selama 3 tahun itu ludes tak berbekas. Meskipun nilai nominal yang saya investasikan tak seberapa, namun tetap saja membuat saya khawatir. Bagaimanapun niat saya berinvestasi meskipun dengan modal minim adalah untuk mendapatkan keuntungan. Mana ada sih orang yang berinvestasi mau rugi?

Sempat terbersit dalam pikiran saya untuk mengambil dana yang saya investasikan, namun rencana tersebut saya batalkan, karena menurut saya inilah resiko berinvestasi. Saya adalah pemula, dan saya sedang belajar. Pada saat itu saya sempat menanyakan saldo akhir saya selama masa krisis ini. Dari total dana yang saya investasikan selama 3 tahun ini, saya sudah kehilangan hampir 30%nya. Kalau dihitung secara kasar saat ini, investasi saya tidak ada untungnya sama sekali. Malahan uang tersebut semakin berkurang. Inilah yang menjadi salah satu alasan saya tidak men-terminated program investasi ini. Karena kalau saya ambil saat ini maka saya telah rugi sekian banyak rupiah. Sedangkan jika saya tahan maka kemungkinan uang saya kembali dan mendapatkan untung juga masih ada. Saya masih yakin bahwa kondisi keuangan global akan mengalami perbaikan. Hal ini sudah terbukti dengan campur tangan pemerintah negara-negara maju untuk memperbaiki situasi.

Yang saya lakukan hanya berdoa dan berharap..

“High risk high return, Low risk low return”

October 17, 2008 Posted by | Uncategorized | 4 Comments

“Unmyong”- Full House OST

Unmyong Lyrics (Full House OST)
Singer: Why (Unmyong means Fate)
Romanization by Kreah

Sarangul jal morugesso
Irohke dagaul chul nan mollasso
Nae maumjocha du sarang apesonun
nae ddutdaero andwae

Irol jul arattdoramyon
Chombuto sijakhajido anhasso
Babochorom ijewasoyo nan
I nujun huhwirul hago isso

Niga sarangi dwiji anh-kirul birosso
Nomanun jotdae-ro anigirul birosso
Non sarangi anil-kolrago sudo obshi
narul sogyo-wasso

Jamshi suchyokanun inyonigil barae-sso
Apunsangchoman nae-ge namkyojil-te-nikka
Hajiman amyonsodo noye modun koshi
Yogshimina
Chaggo sulpojyo

Instrumental

[I have removed two lines here because the song I have based on was the slow version of Unmyong) (I now include the lines I have removed: -updated: May 15, 07)

Chal-motdwin shi-jak-i-rago
kurohke shib-ke saeng-gak-hae-sson-nunde
Onjedun purul su i-ssul-kko-rago
nan midosson-nunde

Ottohke nanhae-ya halji
Odiso butoga chalmotdwin gonji
Isarangul pihae-yi hanunde
Ni modunge nomu kuri-wojyo

Niga sarangi dwe-ji anhkirul birosso
Nomanun jotdae-ro anigi-rul birosso
Non sarangi anil-kolrago sudo obshi
narul sogyo-wasso

Jamshi suchyokanun inyoni-gil barae-sso
Apunsang-choman naege namkyojil-tenikka
Hajiman almyonsodo noye modun goshi
Yogshimina

Instrumental

Ijen no animyon amuwimi omnunde
Ije nado narul ojjolsuga omnunde
Norul jiwoyaman handanun sashilduri onuldo nal..

Do himdulke hae

September 5, 2008 Posted by | Uncategorized | Leave a comment

Selamat Berpuasa

“Tari guci rentak melayu,

rentak langkah hitung delapan.

Hari Suci diambang pintu,

silap dan salah mohon maafkan”.

Sodara2 sekalian.. pantun diatas bukanlah karya saya..

saya cm mejiplaknya dari SMS temen gw yg namanya bonie. Dia asli melayu deli..

Bang Bonie sorry ya gw masukin pantunnya disini .. hehehehehe….

Selamat Berpuasa buat temen2, rekan2 dan sodara2 sekalian yang menjalankannya..

September 3, 2008 Posted by | Uncategorized | Leave a comment

Workshop Burung

Capek! barusan pulang dari workshop yang diadakan oleh Burung Indonesia bekerjasama dengan Oxford University, AC Nielsen dan Aksenta, membahas mengenai Hasil Sosial Survey Terhadap Hobi Pemeliharaan Burung di Indonesia. Acara ini dilakukan di kompleks kantor CIFOR (Center for International Forestry Research) yang beralamat di: Jl. Cifor, Situ Gede, Sindang Barang, Bogor Barat. Sekitar 20 orang diundang dalam 1-day workshop ini. Aku pikir bakalan ketemu teman-teman sesama alumni training series yang dulu diadakan oleh Oxford University, ternyata tidak. Tapi lumayanlah, tadi ketemu dengan ‘senior-senior’ seperti Mbak Putu Sarilani dan Kang Odjat hehehe..

Kalau disimpulakan sih, wokshop tadi mengemukakan suatu pendekatan baru dalam konservasi burung liar Indonesia, dimana Organisasi Burung Indonesia- dahulunya dikenal dengan BirdLife, melalui suatu survey sosial terhadap hobi ‘bird keeping’ masyarakat- menemukan bahwa ada alternatif “pendekatan pasar” dalam upaya konservasi burung liar, melalui metode sertifikasi dan penangkaran. Mereka menemukan pembelajaran yang menarik selama melakukan program survey sosial ini, bahwa nilai ekonomi dari aktivitas ‘bird keeping’ ini mencapai trilyunan rupiah.

Yang terutama disini adalah technique social survey ternyata berperan penting dalam dunia konservasi yang terkenal konservatif. Hal yang mengemuka dalam workshop ini adalah sudah saatnya para conservasionist menerapkan social survey technique dalam menentukan kebijakan konservasi.

March 18, 2008 Posted by | Uncategorized | 2 Comments

Mata Silindris

Awalnya rasa senat-senut di kepala yang datang secara tiba-tiba, lama kelamaan senat-senut yang menyebabkan pusing semakin intens dan mencapai puncaknya ketika sakit kepala selama hampir 2 minggu tanpa henti. Sakit kepala ini menyebabkan mata terasa pedih, sakit dan berair apalagi kalau sedang di depan komputer. Merasa tak nyaman dengan situasi seperti ini saya pun ke Rumah Sakit Mata. Pemeriksaan dokter menghasilkan suatu kesimpulan bahwa saya mengalami kondisi yang dinamakan “mata silindris”. Mata kiri 0,75 dan mata kanan 0,50, begitulah angka yang disebutkan dokter. Masih menurut dokter, orang yang memiliki mata silindris mau tak mau harus menggunakan kacamata karena apabila tidak menggunakan kacamata akan memperbesar kerusakan pada mata. Sakit kepala yang terjadi merupakan ‘akibat’ langsung dari mata silindris yang ‘jarang’ dialami oleh orang yang mata ‘minus’.

Penderita mata silindris menurut dokter sebagian besarnya karena ‘genetik’ atau turunan. Tidak akan mengganggu apabila tidak ada stressornya. Komputer merupakan salah satu stressor sehingga orang yang secara genetik memiliki mata silinder akan mulai merasakan ketidaknyamanan, karena kerusakan yang semakin besar. Pada orang yang matanya normal, bagian hitam terkecil yang ada di kornea mata berbentuk lingkaran. Pada penderita mata silinder, kerusakan berada di ligkaran tersebut, sehingga bentuknya bukan lagi lingkaran. Hal ini menyebabkan mata tidak menangkap cahaya yang memantulkan ‘sesuatu/benda’ dengan baik. Itu sebabnya penderita mata silindris tidak bisa melihat suatu objek secara focus. Cahaya yang masuk dipantulkan tidak tegak lurus ke objek.

Masalahnya saya agak ‘ngeri’ kalo harus pake kacamata hehehee..

February 12, 2008 Posted by | Uncategorized | 12 Comments

do I hate monday?

Gw kok ngerasa gak fit ya hari ini… ni badan rasanya kayak habis ngangkut karung beras hehehhe.. sakit, pegel, mo mencet tuts-tuts yang ada didepan gw kayaknya susah banget.. ni kepala rasanya mau pecah.. nyut..nyut.. ugh menderitanya.. Wah mungkin karna gw semalam gak tidur ya.. gw dah berusaha tidur tp kantuk itu gak kunjung datang ampe pagi.. iih sebelnya..

Semalam (sampai menjelang subuh) keasikan ngobrol ma temen gw di jkt, wuuiih seru juga… dianya lagi hepi banget soalnya pdkt-nya ke seseorang udah mulai menunjukkan hasil yang signifikan ceiiilee… hajaaar…!!!

Btw, beres juga akhirnya proses hunting tiket buat balik ke Manado.. thanks  ya Rez, you are the hero! Batavia, tgl 19 Des jam 3 sore… siiiiip deeh!!

December 10, 2007 Posted by | Uncategorized | Leave a comment

The Devil Wears Prada

It is a nice book, written by Lauren Weisberger. This book categorized to ChickLit- Chick Literature, its meaning ‘bacaan cewek’, jenis buku ini ditujukan untuk para wanita muda yang cerdas, mandiri, berani dan jujur pada diri sendiri. Dalam chicklit elo akan menemukan kisah sehari-hari para wanita kosmopolitan yang umumnya masih lajang, punya karier, dan bergulat dengan berbagai masalah kehidupan modern. Hmm, back to the basic lagi.. buku The Devils Wears Prada menceritakan pengalaman Andrea Sachs on her first job working as personal assistant to Miranda Priestly (owner of mode megazine ‘Runway’). Namun ternyata tidak mudah bekerja pada Miranda. Selain harus melakukan pekerjaan sehari-hari seperti membeli kopi di starbucks (yang masih harus tetap hangat ketika Miranda datang), dan segudang tugas mustahil lainnya seperti mengirimkan buku Harry Potter yang belum ada di satu tokopun dengan jet pribadi ke Paris, mencari artikel ‘fusion’ di koran yg tidak disebutkan namanya, etc. Serta perlakuan2 yang merendahkan dari Miranda kepada seluruh staff Runway.

But Andrea was thinking, working for the most cruel boss in the world is it match with the prize she must pay? Or maybe she will died young.

Want to know the ending? it will be a happy ending or just the opposite? just read the book hehehe…. hmm, buku ini udah difilimkan lho, nominasi Academic Award 2006. It stars Anne Hathaway as Andrea and Meryl Streep as Miranda. So, girl it so nice reading thz book…

December 3, 2007 Posted by | Uncategorized | Leave a comment