Rendezvous

Unforgettable Momment’s

Jalan-jalan ke Bintan Resort

Libur Imlek yang jatuh di hari Senin menambah panjang libur weekend adalah bonus libur yang ditunggu-tunggu hehehe. Libur kali ini saya memutuskan untuk ke Pulau Bintan. Perjalanan ke Bintan merupakan yang pertama kali bagi saya. Untungnya saya punya teman disana. Untuk menuju Bintan Resort kita harus masuk ke Batam dulu. Dari bandara internasional Hang Nadim Batam, saya naik taxi ke Port Punggur tempat penyeberangan feri ke Pulau Bintan. Perjalanan dengan taxi dari bandara ke port sekitar 30 menit. Cost untuk taxi sekitar Rp.60-70.000. Setibanya di Punggur, kita harus ambil tiket di loket, biasanya ada banyak juga calo-calo tiket yang akan menghadang kita di pintu masuk. Tiket ke P. bintan berbeda-beda harganya sesuai lokasi yang akan anda tuju dan jenis boat. Apabila anda tujuannya ke Bintan Resort, anda harus naik feri yang ke Tanjung Uban atau ke Bandar Bentan Telani. Bandar Bentan Telani Ferry Terminal merupakan terminal feri yang ada tepat di dalam kawasan resort, dan merupakan terminal internasional karena penumpang dari  Singapura ke Bintan Resort ataupun sebaliknya pasti melalui terminal ini. Terminal feri di Tanjung Uban adalah terminal lokal. Tanjung Uban adalah sebuah kecamatan yang ada di Bintan. Apabila musim ombak dan angin yang oleh orang-orang resort disebut ‘monsun’, dimana gelombang air laut cukup tinggi, penyeberangan feri dari Punggur ke Bandar Bentan Telani ditutup dan semua penumpang yang dari Batam ke Bintan Resort dialihkan penyeberangannya ke Tanjung Uban. Ketika saya kesana sedang musim badai. Ombak sedang tinggi, angin bertiup kencang. Kapal cepat yang saya tumpangi rasa-rasanya akan terbalik, mungkin karena saya sangat takut berada di lautan dan tidak punya kepandaian sama sekali dengan ilmu dan keterampilan berenang. Penyeberangan dari Punggur ke Tanjung Uban sekitar 30 menit dengan kapal cepat. Waktunya agak lebih panjang 10 menit dibandingkan menyeberang langsung ke Terminal Bandar Telani. Harga tiket menyeberang ke Tanjung Uban adalah Rp. 30,000 dan Pas Masuk Rp. 5,000. Tanjung Uban ke Bintan Resort menggunakan mobil ditempuh dengan waktu sekitar 1 jam. Sepertinya tidak ada ‘angkot’ menuju ke sana. Anda harus memesan mobil atau naik ojek ke sana. Saya sarankan apabila anda hendak berlibur ke Bintan Resort sebaiknya menggunakan jasa perjalanan yang disediakan oleh resort-resort yang ada disana agar memudahkan anda, ataupun anda bisa mencari kenalan orang yang bekerja di sana untuk membantu anda masuk ke resort. Saya beruntung karena mempunyai teman yang bekerja disana sehingga perjalanan dan liburannya bisa cukup nyaman.

Saya sangat terkesan dengan suasana di Bintan Resort. Indah, asri, alami, hijau, dan tenang. Pemandangan yang sangat indah dengan aroma segar pulau yang seakan-akan berada di ujung dunia, terasing tapi modern, cantik tapi bersahaja. Bintan Resort jelas mengusung konsep ‘natural’. Membiarkan kesan hutan tropis berpadu dengan pantai berpasir putih menjadi daya tarik utama kawasan ini. Terdapat sekitar 3 resort besar dengan sepuluh hotel di kawasan Bintan Resort. Resort yang lumayan besar diantaranya: Nirwana Gardens, Club Med, dan Banyan Tree. Di tempat inilah terdapat arena golf yang dimaklumatkan sebagai ‘one of the best in the world’. Tahun 2007 disebutkan merupakan arena golf kedua terbaik di dunia. Saya sempat mengunjungi dan mengelilingi arena golf ini, dan memang benar-benar indah. Konturnya mulai dari pantai hingga ke perbukitan. Tee off-nya didesain oleh beberapa pe-golf ternama seperti: Garry Player, Jack Nicklaus, Greg Norman dan Ian Baker-Finch. Perfect!

Di Bintan Resort ini ditawarkan berbagai sarana yang akan melengkapi sempurnanya liburan anda. Hotel dan penginapan tinggal dipilih sesuai selera dan budget anda. Bagi mereka yang menyukai penginapan murah dan bisa untuk ber-berapa orang sekaligus, misalanya membawa keluarga, tersedia ‘budgeted hotel’ berupa lodge bertingkat. Harganya jika dirupiahkan sekitar 300 ribu/lodge. Terdapat 2 kamar tidur, 1 dapur lengkap kulkas, dan kamar mandi modern. Sofa serta TV tersedia di ruang tamu. Lokasi ini agak jauh dari pantai tetapi dekat dengan “Pasar Oleh-Oleh”. Tersedia shuttle bus yang gratis di beberapa lokasi strategis seperti di: terminal, pasar oleh-oleh, puja sera, dan resort2. Shuttle bus in beputar setiap 1 jam sampai dengan tengah malam.  Pasar Oleh-Oleh adalah kawasan pusat belanja serta makan. Desain tempatnya sangat menarik dan artistik. Bagi anda yang ingin memanjakan diri denga spa aromateraphy dengan harga terjangkau, anda bisa mencoba di lokasi ini, yaitu Aroma Day Spa harganya bisa hanya sekitar 30 SGD. Jangan lupa untuk mencoba menu makanan di “Warung Bumbu” yang ada di Pasar Oleh-oleh. Rasanya tidak akan mengecewakan anda.  Iga goreng adalah favorit saya disitu.

Standard kebersihan di setiap tempat termasuk di restoran sangat terjamin. Rata-rata grade B. Standardnya menggunakan standard Singapura, maklum yang menjadi target penjualan wisata di bintan reseort ini adalah turis Singapura dan Malaysia. Kantor-kantor pemasaran kawasan inipun hampir semuanya berada di Singapura. Jarak Singapura ke Bintan Resort dengan ferry hanya 1 jam saja. Hampir semua transaksi yang ada di kawasan wisata ini menggunakan dollar singapura, meskipun kita bisa membayar dengan rupiah juga. Ketika saya berkunjung ke sana, hampir tidak ditemukan wisatawan asal Indonesia, kecuali karyawan-karyawan resort/hotel. Sedikit sekali orang Indonesia yang berlibur ke sana, mungkin karena lokasi yang jauh sehingga banyak yang lebih senang berkunjung ke Bali daripada ke Bintan. Menurut beberapa karyawan disana, beberapa menteri dan pengusaha terkenal asal Indonesia beberapa kali mereka lihat berkunjung ke sana.

Oh ya, apabila anda ke sana jangan menampik kesempatan untuk ikut serta dalam tour-tour yang ditawarkan. Saya sempat ikut 2 tour yaitu Mangrove tour dan fireflies tour. Keduanya mirip, lokasi tournya sama, juga sama-sama menggunakan perahu motor dalam tour. Hanya saja waktunya berbeda, kalau Mangrove tour waktunya siang, sedangkan fireflies tour dilakukan malam hari sekitar pukul 7.30 WIB. Lama tournya adalah satu setengah jam. Bahasa yang ditawarkan dalam tour adalah bahasa Inggris, Jepang dan Mandarin. Mungkin kalau banyak orang Indonesia atau melayu yang kesana maka akan ada pilihan bahasa Indonesia/melayu. LOL. Ikut serta dalam tour ini sangat berkesan, benar-benar pengalaman yang unik. Banyak turis yang menggemari tour ini, anda harus booking satu hari sebelumnya untuk ikut dalam tour dengan biaya sekitar 30 SGD/orang untuk sekali tour.

Apabila anda senang berkuda anda bisa mencoba di stable mini yang ada di Nirwana Gardens. Lokasi stabel cukup indah karena ada pemandangan pantai. Dekat stable ada archery bagi anda yang hobi memanah, serta lokasi atraksi gajah. Masih di Nirwana Gardens, anda bisa berenang di kolam renang yang mewah yang ada di dekat pantai. Sambil berenang anda bisa memuaskan mata memandang lautan yang diiringi suara deburan ombak. Banyak hal yang bisa anda lakukan disana, yang hobi trekking tersedia sarana trekking, all terrain vehicle, sepeda gunung, jet ski,  mau surfing juga ada. Sekedar bulan madu juga bisa. Hampir semua resort mempunyai wedding and honeymoon planner. Menarik.

Oh ya, apabila anda keluar dari kawasan wisata, anda bisa jalan-jalan ke Tanjung Pinang. Sekitar 1 jam waktu bermobil dari Bintan Resort ke Tanjung Pinang Disini anda bisa mencoba ragam makanan dengan harga lokal. Pecinan adalah tempat yang pas. Sayang pecinan lagi sepi berhubung imlek. Dari Pangkal Pinang hanya 5 menit menyeberang dengan perahu ke Pulau Penyengat yang terkenal dengan makam raja-raja Melayu. Disinilah asal muasal diciptakannya ‘Gurindam’ salah satu yang terkenal adalah Gurindam 12. Gurindam adalah seni tulis yang isinya nasihat-nasihat hidup. Dari Tanjung Pinang juga anda bisa ke Pulau Senggarang yang terkenal dengan kuil buddha yang berumur ratusan tahun.

Perjalanan saya ke Pulau Bintan berakhir di Tanjung Pinang, setealah sebelumnya menyempatkan diri melihat ke Pulau Penyengat. Sayang waktunya tidak mencukupi untuk ke Pulau Senggarang. Di Tanjung Pinang saya sempat makan di RM Padang bernama ‘Sederhana’ yang letaknya pas di depan laut. Tempat makannya lumayan bersih dan modern, berbeda dengan restoran padang pada umumnya yang masih bergaya klasik. Menu dan cara melayani masih khas rumah makan padang. Interiornya saja yang membedakan.

Dari Tanjung Pinang saya naik feri ke Batam. Saya sarankan untuk mengambil jenis feri yang besar, harganya tiketnya sekitar 45 ribu. Waktu itu saya naik feri yang bernama ‘Mutiara Mas’. Sangat nyaman. Kursinya bagus, ruangannya bersih, dan ada fasilitas dua TV layar datar ukuran besar yang menempel pada dinding depan. ruangannya pun ber-AC. Satu jam perjalanan dari Tanjung Pinang ke Batam tak terasa karena suasana nyaman yang membuat saya terlelap selama perjalanan pulang.

Have a nice trip at Bintan Resort..!

January 31, 2009 Posted by sherly | Uncategorized | | 3 Comments