Workshop Burung
Capek! barusan pulang dari workshop yang diadakan oleh Burung Indonesia bekerjasama dengan Oxford University, AC Nielsen dan Aksenta, membahas mengenai Hasil Sosial Survey Terhadap Hobi Pemeliharaan Burung di Indonesia. Acara ini dilakukan di kompleks kantor CIFOR (Center for International Forestry Research) yang beralamat di: Jl. Cifor, Situ Gede, Sindang Barang, Bogor Barat. Sekitar 20 orang diundang dalam 1-day workshop ini. Aku pikir bakalan ketemu teman-teman sesama alumni training series yang dulu diadakan oleh Oxford University, ternyata tidak. Tapi lumayanlah, tadi ketemu dengan ’senior-senior’ seperti Mbak Putu Sarilani dan Kang Odjat hehehe..
Kalau disimpulakan sih, wokshop tadi mengemukakan suatu pendekatan baru dalam konservasi burung liar Indonesia, dimana Organisasi Burung Indonesia- dahulunya dikenal dengan BirdLife, melalui suatu survey sosial terhadap hobi ‘bird keeping’ masyarakat- menemukan bahwa ada alternatif “pendekatan pasar” dalam upaya konservasi burung liar, melalui metode sertifikasi dan penangkaran. Mereka menemukan pembelajaran yang menarik selama melakukan program survey sosial ini, bahwa nilai ekonomi dari aktivitas ‘bird keeping’ ini mencapai trilyunan rupiah.
Yang terutama disini adalah technique social survey ternyata berperan penting dalam dunia konservasi yang terkenal konservatif. Hal yang mengemuka dalam workshop ini adalah sudah saatnya para conservasionist menerapkan social survey technique dalam menentukan kebijakan konservasi.
-
Archives
- February 2009 (1)
- January 2009 (1)
- October 2008 (1)
- September 2008 (2)
- March 2008 (1)
- February 2008 (1)
- December 2007 (2)
- November 2007 (5)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS


