Rendezvous

Unforgettable Momment’s

Mata Silindris

Awalnya rasa senat-senut di kepala yang datang secara tiba-tiba, lama kelamaan senat-senut yang menyebabkan pusing semakin intens dan mencapai puncaknya ketika sakit kepala selama hampir 2 minggu tanpa henti. Sakit kepala ini menyebabkan mata terasa pedih, sakit dan berair apalagi kalau sedang di depan komputer. Merasa tak nyaman dengan situasi seperti ini saya pun ke Rumah Sakit Mata. Pemeriksaan dokter menghasilkan suatu kesimpulan bahwa saya mengalami kondisi yang dinamakan “mata silindris”. Mata kiri 0,75 dan mata kanan 0,50, begitulah angka yang disebutkan dokter. Masih menurut dokter, orang yang memiliki mata silindris mau tak mau harus menggunakan kacamata karena apabila tidak menggunakan kacamata akan memperbesar kerusakan pada mata. Sakit kepala yang terjadi merupakan ‘akibat’ langsung dari mata silindris yang ‘jarang’ dialami oleh orang yang mata ‘minus’.

Penderita mata silindris menurut dokter sebagian besarnya karena ‘genetik’ atau turunan. Tidak akan mengganggu apabila tidak ada stressornya. Komputer merupakan salah satu stressor sehingga orang yang secara genetik memiliki mata silinder akan mulai merasakan ketidaknyamanan, karena kerusakan yang semakin besar. Pada orang yang matanya normal, bagian hitam terkecil yang ada di kornea mata berbentuk lingkaran. Pada penderita mata silinder, kerusakan berada di ligkaran tersebut, sehingga bentuknya bukan lagi lingkaran. Hal ini menyebabkan mata tidak menangkap cahaya yang memantulkan ’sesuatu/benda’ dengan baik. Itu sebabnya penderita mata silindris tidak bisa melihat suatu objek secara focus. Cahaya yang masuk dipantulkan tidak tegak lurus ke objek.

Masalahnya saya agak ‘ngeri’ kalo harus pake kacamata hehehee..

February 12, 2008 Posted by sherly | Uncategorized | | 7 Comments